Analisis Komparatif SBSN dengan SUN dalam Menangani Defisit APBN

  • Eba Ismi Alifah Institut Agama Islam Negeri Salatiga

Abstract

This study is aimed at examining and comparing the effectiveness of state instruments such as SBSN and SUN in financing the APBN deficit. The method used in this writing is a qualitative method (library researchlibrary research). The observation results show that the two instruments have the main function of covering the APBN deficit, but both have very different characteristics. As in the issuance planning stage, sukuk requires an underlying asset while bonds do not. However, bonds have a risk to interest rates while sukuk do not have it because every sukuk issuance must be free from the elements of usury, gharar, and maysir. However, both are equally effective in assisting the government in dealing with the APBN deficit. Both instruments are able to absorb funds from the public that have not been touched by other financial institutions. Although the growth rate of sukuk is still slower than bonds. The existence of sukuk can make an alternative investment instrument for the public that is interest free.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Direktorat Pembiayaan Syariah. 2010. Tanya Jawab Surat Berharga Syariah Nasional (Sukuk Negara): Instrumen Keuangan Berbasis Syariah. Jakarta: Direktorat Pembiayaan Syariah.

Domai, T. 2010. Manajemen Keuangan Publik. Malang: UB Press.

Effendi, A. 2016. Asuransi Syariah di Indonesia. Wahana Akademika (Jurnal Studi Islam dan Sosial) , 71-92.

Idham, A. 2014. Analisis Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Yield Obligasi, Studi Empiris Pemerintah Indonesia; 2009:1-2013:12. Yogyakarta: Program Sarjana UGM.

Kementerian Keuangan, B. I. 2016. Statistik Utang Luar Negeri Indonesia. Jakarta: Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.

Kurniati, D. (2020, Agustus 25). Penerimaan Pajak Minus Lagi, Ini Data Realisasi APBN 2020 Hingga Juli .

Liputan6.com. (2020, Oktober 17). Fungsi APBN bagi Negara dan Manfaatnya untuk Masyarakat.

Lubis, Annisa Ilmi Faried. 2016. Analisis Pengaruh Utang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing, dan Ekspor terhadap Produk Domestik Bruto di Indonesia Periode 2005-2014. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, 19-27.

Nasrullah, A. 2015. Studi Surat Berharga Negara: Analisis Komparatif Sukuk Negara Dengan Obligasi Negara Dalam Pembiayaan Defisit APBN. JURNAL LENTERA: Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi, 197-216.

Rahmat, P. S. 2009. Penelitian Kualitatif. Equilibrium, 1-8.

Saiful, H.d. 2003. Pengaruh Penerbitan Obligasi Terhadap Risiko dan Return Saham. Jurnal Manajemen dan Bisnis. Vol. 5 (1) , 35-46.

Salawati Ulfa, T. Z. 2017. Analisis Utang Luar Negeri dan Pertumbuhan Ekonomi: Kajian Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, 144-152.

Sari, Wahyu Indah. 2020. Analisis Penerbitan Surat Utang Negara Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia melalui Inflasi sebagai Variabel Mediasi dalam Melawan Wabah Covid-19. Jurnal Kajian Ekonomi dan Kebijakan Publik, Vol.5 No.1 , 9-21.

Satya, V. E. 2015. Analisis Kebijakan Pengelolaan Utang: Manajemen Utang Pemerintah dan Permasalahannya. Kajian Vol.20 No.1 , 59-74.

Soebagiyo, Daryono. 2016. Determinan Surat Utang Negara (SUN) dengan Pendekatan ECM. Universty Research Colloquium , 54-63.

Suryani, A. 2017. Analisis Pengaruh Pinjaman Luar Negeri, Surat Utang Negara, Penerimaan Pajak dan Inflasi Terhadap Defisit Anggaran Di Indonesia Sebelum dan Sesudah Tahun 2000. JOM Fekon Vol.4 No.1 , 268-282.

Tri Yudiarti, E. C. 2018. Pengaruh Utang Luar Negeri, Tingkat Suku Bunga dan Neraca Transaksi Berjalan terhadap Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat. e-Jurnal Perdagangan, Industri dan Moneter, 14-22.

(2018). Retrieved Januari 3, 2019, from Kementerian Keuangan Republik Indonesia: https://www.kemenkeu.go.id/apbn2018

(2018). Retrieved Mei 4, 2018, from www.keuangankita.com: http://www.keuangankita.com/2016/08/a.html

Published
2020-12-30